Senin, 09 Juli 2012

Selamat datang Siswa/Siswi baru SMA N 3 Blitar

GASAPALA mengucapkan : Welcome to SMA Negeri 3 Blitar :)
Bagi kalian yang pengen gabung sama ekskul Pecinta Alam SMA Negeri 3 Blitar, bisa sms ke nomor berikut untuk konfirmasi :

@ 085785324004 (wildan)
                 085784209267 (nobita)

atau bisa daftar lewat shoutbox di kiri bawah.
cara :
- klik tanda + 
- kemudian masukan username dan password, klik "register this username"
- setelah itu tulis message dengan format : nama,asal kelas dan nomor hape. 
               

Dijamin gabakal rugi ikut ektra PA !

Kamis, 12 April 2012

TEMPORARY UNAVAILABLE

Maaf, dikarenakan beberapa hal, untuk sementara BLOG GASAPALA belum memuat info ter-update.
InsyaAllah akan ada liputan mengenai HARI BUMI (22 April 2012)

Terima kasih atas supportnya selama ini.

Jumat, 27 Januari 2012

SIDANG AD/ART GASAPALA

Diumumkan untuk seluruh ANGGOTA GASAPALA semua angkatan, bahwa besok pada :

H a r i         : Sabtu
Tanggal       : 28 Januari 2012
Tempat       : Warung Ushuk, Jl, Dr. Soetomo Kota Blitar
Waktu        : 08.00 - selesai

akan diadakan SIDANG AMANDEMEN AD/ART GASAPALA. Untuk itu, dimohon kehadirannya. Terima kasih.

catatan : AD/ART lama GASAPALA bisa didownload DISINI 
password file : GSPL

Sabtu, 07 Januari 2012

 Bersahabat dengan Puncak Semeru
Hari itu, Jum'at 30 Desember 2011 pagi-pagi pukul 3.15, Fuad dan aku ngantri tiket ke Stasiun Blitar. Dingin yang merasuk ke tulang tak melemahkan tekad kita untuk membeli tiket menuju Stasiun Belimbing, Kab. Malang. Ini adalah awal perjalanan kita, 9 orang siswa SMA 3 Blitar  (bekha, fuad, bangun, adit, okta, arrassi, nobhita, lala dan aku sendiri), 2 Alumni (mas ardi dan ABP) dan seorang mahasiswa UIB (mas jajun) menuju Gunung Semeru, Gunung Tertinggi se pulau jawa. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya loket pun dibuka dan dengan segera Fuad mengantri untuk mendapatkan tiket. Tiket di tangan, kita pun segera masuk ke kereta yang kebetulan dapat Gerbong 5 dan 6.

Namun sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Salah seorang anggota kita, Lala tidak jadi ikut rombongan ke Semeru karna masalah izin dengan orang tuanya. Yaah..mau gimana lagi, akhirnya kita berangkat dengan 11 orang, satu diantaranya cewek sedangkan yang lain cowok. Life must go on. Setelah insiden itu, kita segera naik kereta, namun mas ardhi dan ABP menunggu di Stasiun Belimbing karna mereka kuliah di Malang.

Karna waktu itu masih amat pagi, kami menikmati perjalanan dengan santai dengan sesekali melihat pemandangan keluar yang begitu hijau dan asri. Sungguh perjalanan yang asyik. Jam 7.45 kita tiba di Stasiun Belimbing, dan langsung menghampiri mas ardhi dan ABP untuk kemudian naik angkot menuju Pasar Tumpang. Barang bawaan yang berupa tas carier kita naikkan keatas angkota. Disinilah terjadi kejadian lucu :D..baru sekitar 20 meter angkot berjalan, tas mas ABP jatuh! Akhirnya dengan sigap mas jajun yang berada di tepi pintu angkot mengambilnya...daaaaann telur-telur ayamnya pada pecah, hahahaaa sungguh malang nasib mas ABP, bukan itu aja, isi telur tersebut mengotori sebagian pakaiannya sehingga tidak bisa dipakai nanti.

Setelah kita tiba di Pasar Tumpang jam 8.30, langsung kita naik ke truk yang telah di-booking sebelumnya. Perjalanan dengan truk ke pos perizinan di Ranu Pane ini memakan waktu yang cukup lama dan lumayan menantang. Karna sepanjang perjalanan, banyak sekali dahan pohon yang mengganggu perjalanan kami, dan juga treknya yang menanjak membuat kita harus siap siaga melawan mabuk jalan :D Namun semua itu terasa istimewa karna pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan dan juga udara dingin yang semakin membuat kita penasaran akan suasana di Semeru.
Pos Perizinan

Tepat dua jam kemudian, kita sampai di pos perizinan, Ranu Pane. Setelah itu langsung mengurus perizinan dan juga menge-pack ulang, takutnya nggak enak buat perjalanan ke Ranu Kumbolo nanti. Sebelum berangkat, tak lupa kita berdo'a bersama dengan harapan perjalanan ke Ranu Kumbolo dan Semeru bisa lancar. Setelah itu kita langsung bergegas ke Ranu Kumbolo. Sedikit penjelasan, Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang terletak lumayan jauh sebelum Gunung Semeru. Untuk mencapai kesana, terdapat 4 pos sebagai tempat istirahat sementara. kami berjalan agak berjauhan, sehingga membentuk gerombolan kecil. 3 orang di depan, saya sendirian di tengah :D dan sisanya di belakang. Sepanjang perjalanan banyak sekali ditemui berbagai pendaki dari berbagai kota, seperti malang, bandung, jakarta bahkan dari makassar yang kebanyakan dari mereka ingin melalui tahun baru di puncak semeru. Rute yang kita tempuh lumayan jauh dan cukup sulit, jalan berkelok, kadang naik, tanjakan yang curam dan turunan yang tajam. . .namun itu semua seolah lenyap saat kita melihat Danau Ranu Kumbolo dari kejauhan, tampak begitu mempesona dan indah dipandang, walopun sore itu suasana berkabut dan hujan rintik-rintik.

Sesampainya di Ranu Kumbolo pukul 3.45 sore, kita langsung buka tenda dan membagi rombongan menjadi 4 tim, tim pertama : mas jajun, ardi dan ABP, tim kedua : nobhita (cewek sendiri), tim ketiga : bekha, fuad, bangun dan adit dan tim terakhir : okta, arrassi, dan aku sendiri. Segera setelah tim terbentuk, kita memasuki tenda masing-masing dan bersiap untuk memasak. Setelah acara makan-makan, malam harinya kita briefing untuk kegiatan esoknya dan evaluasi sejenak. setelah semua selesai, kita pun bersiap tidur.
Hujan di Ranu Kumbolo

Hari kedua, kita bersiap untuk berangkat ke kalimati (pos terakhir pendakian yang diizinkan). Jam 10 kita berangkat kesana dan perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. sampai disana, dingin begitu sangat terasa di kulit hingga membuat bibir kita pecah-pecah dan menggigil. Tak membuang waktu lama, kita kembali ngecamp disana. Ternyata sudah lumayan banyak yang camping disana, baik dari yang sudah muncak, ataupun yang akan muncak. Selepas itu, kembali kita mengisi perut yang sedari tadi keroncongan :D. Malamnya, kita buat api unggun untuk sekedar share dengan para pendaki lain, yang kebetulan bersebelahan tenda dengan kita. Sungguh kebersamaan yang sulit dilupakan. 

Puncak Mahameru
Setelah dirasa cukup, kita beristirahat sejenak dan kemudian malamnya, tepat pukul 11.30 kita berangkat ke puncak. Senter, headlamp, air saku, air botol dan sebagainya kita bawa untuk perlengkapan di jalan. Sengaja kita hanya membawa sedikit barang karena perjalanan ke puncak amatlah berat. Diterangi dengan senter dan cahaya bulan yang malu-malu mengintip, kita berjalan dengan hati-hati menyusuri jalur pendakian. Sesekali kita melihat batu bertuliskan nama-nama orang yang wafat di semeru. Semua itu membuat kita lebih hati-hati lagi agar tak mengalami kejadiaan yang serupa. Setelah keluar hutan, mulailah kita "memeluk" Gunung Semeru yang begitu tinggi dan kokoh berdiri. Trek yang berpasir membuat perjalanan semakin berat, ibaratnya maju 2 langkah mundur 1 langkah. Berhenti sejenak sekedar untuk makan cokelat atau minum kita lakukan agar tidak cepat lelah, namun perjalanan tetap terus berlanjut. Suhu yang semakin rendah dan udara yang tipis membuat nafas kita terengah-engah hingga baru berjalan beberapa meterpun harus istirahat. Itulah tantangan kita. Menaklukkan diri sendiri, bukan menaklukkan gunung itu. Langitpun akhirnya terang, pertanda pagi menjelang. 

Ranu Kumbolo dengan background 'Tanjakan Cinta'
Tepat pukul 7.00, 1 januari 2012 kita semua sampai di puncak! Akhirnyaaa. . .semua berucap syukur pada Yang Maha Kuasa. Diatas sana, kita semua tampak sangat kecil dibanding dengan ciptaan Tuhan yang lain, sungguh Maha Besar Allah SWT. Semua terpana melihat kekuasaannya. Setelah itu, kita tak lupa bernarsis ria atau sekedar mengabadikan momen yang jarang didapat itu dalam bidikan kamera. Berfoto dengan bendera almamater, merah putih atau sahabat bahkan sendirianpun seakan melepas lelah setelah berjalan kurang lebih 6 jam! jam setengah 8 kita turun, karena erupsi yang kapan-kapan bisa datang. Perjalanan turun pun lumayan mudah, karna hari sudah terang dan treknya sudah kita hafal. 

Sampai di kalimati sekitar jam 12 siang. setelah itu kita istirahat karena begitu lelah. Sorenya kita makan-makan, setelah itu bersiap kembali ke Ranu Kumbolo. Namun karena cuaca yang kurang mendukung, akhirnya niat itu diurungkan dan baru besoknya kita bisa kembali kesana. Esoknya, pagi-pagi sekali kita kembali ke ranu kumbolo yang begitu mempesona, namun selama perjalanan kita sempatkan untuk berfoto bersama, karna sungguh, pemandangannya begitu menakjubkan dan sangat hijau. Tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 11, kita masak bersama dan juga istirahat sebentar karena hari itu juga rencananya kita pulang. Setelah perut kenyang, kembali beraksi di depan kamera dan tak lama kemudian kita pulang. Sungguh pengalaman yang tak bisa dilupakan. a unforgettable moment in our life
 

Rabu, 09 November 2011

DIKLAT ANGGOTA MUDA GASAPALA AKP X

brosur diklat
Sebentar lagi, GASAPALA akan mengadakan even besar yakni : DIKLAT AKP X. Ayoo bagi kalian yang berminat dengan alam, ikuti even ini !

Jumat, 14 Oktober 2011

GOOD LUCK

SEMOGA BERHASIL BUAT GANKS GASAPALA 
yang saat ini tengah mendaki puncak BUTAK

Hallo Gank !!

Jumat, 07 Oktober 2011

HOW TO MAKE BIVOUAC

Cara Membuat Bivak
Bivak adalah salah satu ketrampilan dalam mempertahankan hidup di alam terbuka (survival) yang harus dimiliki seorang petualang bila tersesat di hutan dan gunung. Bivak amerupakan tempat untuk berlindung dan bermalam di hutan. Membuat tempat perlindungan jadi penting ketika terjadi hal-hal darurat. Padahal, bivak tak hanya dibuat ketika darurat saja, tetapi juga dipakai pada saat membuat camp sementara, artinya faktor kenyamanan harus menjadi prioritas.
             Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membuat bivak, yaitu jangan sekali-kali membuat bivak pada daerah yang berpotensi banjir pada waktu hujan. Di atas bivak hendaknya tak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk. Ini bisa berbahaya kalau  runtuh.nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
             Di daerah tempat kita akan mendirikan bivak hendaknya bukan merupakan sarang nyamuk atau serangga lainnya. Kita juga perlu perhatikan bahan pembuat bivak. Usahakan bivak terbuat dari bahan yang kuat dan pembuatannya baik. Bahan dasar untuk membuat bivak bisa bermacam-macam. Ada yang dibuat dari ponco (jas hujan plastik), lembaran kain plastik (flysheet) atau memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun-daunan, ijuk, rumbia, daun palem, dan lainnya. Tapi yang paling penting, kesemua bahan dasar tadi sanggup bertahan ketika menghadapi serangan angin, hujan atau panas.nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
             Selain bahan yang bermacam-macam, bentuk bivak pun amat beragam. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. Tak harus berbentuk kerucut atau kubus, modelnya bisa apa saja. Ini amat bergantung pada kreativitas kita sendiri. Membuat bivak merupakan seni tersendiri karena kreasi dan seni seseorang bisa dicurahkan pada hasilnya.nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
             Sebagai contoh, one man bivak. Pembuatannya dengan menancapkan kayu tiang pokok yang tingginya sekitar 1,5 meter. Letakkan di atasnya sebatang kayu yang panjangnya kira-kira dua meter. Ujungnya diikat kuat yang biasanya memakai patok. Lalu sandarkan potongan kayu yang lebih kecil di atasnya, yang berfungsi untuk menahan dedaunan yang akan jadi atap ”rumah” kita.nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
             Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bivak yaitu gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua agar kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Gua yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
             Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya. Pastikan tempat-tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan-bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk. (dari berbagai sumber)

download file pdfnya DISINI

Recent comments